3.1
Mengidentifikasi
unsur-unsur teks berita (membanggakan dan memotivasi) yang didengar dan dibaca.
BANYUMAS, KOMPAS.com –
Ridwan Sururi, seorang pria paruh baya itu seolah tak pernah lelah
mengedarkan buku yang dipunyainya. Tak kurang dari 100 judul buku
miliknya dengan beragam judul, ditawarkan pada masyarakat di sekitar
Purwokerto, Kabupaten Banyumas, untuk dibaca secara cuma-cuma.
Agar warga bersimpatik, Sururi, begitu dia disapa, mengedarkan buku
dengan cara unik. Ia menawarkan kepada masyarakat, maupun pengendara
jalan dengan bantuan seekor kuda. Ia menyebut kegiatan itu sebagai
“Perpustakaan Kuda Keliling.”
Kuda miliknya dibebani dua buah beban di kanan-kiri yang terisi puluhan
buku. Kuda itu berjalan, dituntun sang empunya, sembari menawarkan
secara santun pada warga. Sesekali untuk menghemat tenaga, ia
menggunakan dua ekor kuda, satu kuda dikendarainya.
“Sulitnya itu kalau musim hujan. Kalau diedarkan, buku takut jadi basah,
kudanya juga bisa masuk angin,” kata Sururi, Jumat (29/5/2015).
Dia mengakui, ide "Perpustakaan Kuda Keliling" berawal dari sebuah hobi
memelihara kuda. Setelah bertemu dengan kawannya, bernama Nirwan A
Asuka, hobi itu diubah agar bisa lebih bermanfaat. Sururi yang akhirnya
selain memelihara kuda, juga menyelipkan usaha meningkatkan minat baca
warga.
Sururi mengatakan, melalui bantuan temannya itu, dia akhirnya menawarkan
buku secara keliling. Buku yang dibaca warga tidak dipungut biaya. Ia
ingin agar warga daya baca bukunya meningkat.
“Alhamdulillah, masih bisa berjalan sampai sekarang. Saya edarkan tiap
hari Selasa, Rabu dan Kamis. Kalau jauh biasanya menggunakan dua kuda,
kalau dekat cuma satu, jalannya dituntun,” paparnya.
Niatan baik itu, ternyata terdengar hingga Semarang, Jawa Tengah.
Gubenur Jateng Ganjar Pranowo saat berada di Banyumas menyambangi
Perpustakaan Kuda Keliling Sururi. Ia kemudian ikut membantu dua dus
buku, setelah sebelumnya melihat koleksi buku yang ada.
“Kalau Nirwan A Asuka itu teman saya di UGM. Dia dulu belajar teknik
nuklir,” kata Ganjar.
Artikel ini telah tayang di
Kompas.com dengan judul "Sururi Edarkan Perpustakaan Keliling Menggunakan Kuda",
https://nasional.kompas.com/read/2015/05/29/22541091/Sururi.Edarkan.Perpustakaan.Keliling.Menggunakan.Kuda.
Penulis : Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
BANYUMAS, KOMPAS.com –
Ridwan Sururi, seorang pria paruh baya itu seolah tak pernah lelah
mengedarkan buku yang dipunyainya. Tak kurang dari 100 judul buku
miliknya dengan beragam judul, ditawarkan pada masyarakat di sekitar
Purwokerto, Kabupaten Banyumas, untuk dibaca secara cuma-cuma.
Agar warga bersimpatik, Sururi, begitu dia disapa, mengedarkan buku
dengan cara unik. Ia menawarkan kepada masyarakat, maupun pengendara
jalan dengan bantuan seekor kuda. Ia menyebut kegiatan itu sebagai
“Perpustakaan Kuda Keliling.”
Kuda miliknya dibebani dua buah beban di kanan-kiri yang terisi puluhan
buku. Kuda itu berjalan, dituntun sang empunya, sembari menawarkan
secara santun pada warga. Sesekali untuk menghemat tenaga, ia
menggunakan dua ekor kuda, satu kuda dikendarainya.
“Sulitnya itu kalau musim hujan. Kalau diedarkan, buku takut jadi basah,
kudanya juga bisa masuk angin,” kata Sururi, Jumat (29/5/2015).
Dia mengakui, ide "Perpustakaan Kuda Keliling" berawal dari sebuah hobi
memelihara kuda. Setelah bertemu dengan kawannya, bernama Nirwan A
Asuka, hobi itu diubah agar bisa lebih bermanfaat. Sururi yang akhirnya
selain memelihara kuda, juga menyelipkan usaha meningkatkan minat baca
warga.
Sururi mengatakan, melalui bantuan temannya itu, dia akhirnya menawarkan
buku secara keliling. Buku yang dibaca warga tidak dipungut biaya. Ia
ingin agar warga daya baca bukunya meningkat.
“Alhamdulillah, masih bisa berjalan sampai sekarang. Saya edarkan tiap
hari Selasa, Rabu dan Kamis. Kalau jauh biasanya menggunakan dua kuda,
kalau dekat cuma satu, jalannya dituntun,” paparnya.
Niatan baik itu, ternyata terdengar hingga Semarang, Jawa Tengah.
Gubenur Jateng Ganjar Pranowo saat berada di Banyumas menyambangi
Perpustakaan Kuda Keliling Sururi. Ia kemudian ikut membantu dua dus
buku, setelah sebelumnya melihat koleksi buku yang ada.
“Kalau Nirwan A Asuka itu teman saya di UGM. Dia dulu belajar teknik
nuklir,” kata Ganjar.
Artikel ini telah tayang di
Kompas.com dengan judul "Sururi Edarkan Perpustakaan Keliling Menggunakan Kuda",
https://nasional.kompas.com/read/2015/05/29/22541091/Sururi.Edarkan.Perpustakaan.Keliling.Menggunakan.Kuda.
Penulis : Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
BANYUMAS, KOMPAS.com –
Ridwan Sururi, seorang pria paruh baya itu seolah tak pernah lelah
mengedarkan buku yang dipunyainya. Tak kurang dari 100 judul buku
miliknya dengan beragam judul, ditawarkan pada masyarakat di sekitar
Purwokerto, Kabupaten Banyumas, untuk dibaca secara cuma-cuma.
Agar warga bersimpatik, Sururi, begitu dia disapa, mengedarkan buku
dengan cara unik. Ia menawarkan kepada masyarakat, maupun pengendara
jalan dengan bantuan seekor kuda. Ia menyebut kegiatan itu sebagai
“Perpustakaan Kuda Keliling.”
Kuda miliknya dibebani dua buah beban di kanan-kiri yang terisi puluhan
buku. Kuda itu berjalan, dituntun sang empunya, sembari menawarkan
secara santun pada warga. Sesekali untuk menghemat tenaga, ia
menggunakan dua ekor kuda, satu kuda dikendarainya.
“Sulitnya itu kalau musim hujan. Kalau diedarkan, buku takut jadi basah,
kudanya juga bisa masuk angin,” kata Sururi, Jumat (29/5/2015).
Dia mengakui, ide "Perpustakaan Kuda Keliling" berawal dari sebuah hobi
memelihara kuda. Setelah bertemu dengan kawannya, bernama Nirwan A
Asuka, hobi itu diubah agar bisa lebih bermanfaat. Sururi yang akhirnya
selain memelihara kuda, juga menyelipkan usaha meningkatkan minat baca
warga.
Sururi mengatakan, melalui bantuan temannya itu, dia akhirnya menawarkan
buku secara keliling. Buku yang dibaca warga tidak dipungut biaya. Ia
ingin agar warga daya baca bukunya meningkat.
“Alhamdulillah, masih bisa berjalan sampai sekarang. Saya edarkan tiap
hari Selasa, Rabu dan Kamis. Kalau jauh biasanya menggunakan dua kuda,
kalau dekat cuma satu, jalannya dituntun,” paparnya.
Niatan baik itu, ternyata terdengar hingga Semarang, Jawa Tengah.
Gubenur Jateng Ganjar Pranowo saat berada di Banyumas menyambangi
Perpustakaan Kuda Keliling Sururi. Ia kemudian ikut membantu dua dus
buku, setelah sebelumnya melihat koleksi buku yang ada.
“Kalau Nirwan A Asuka itu teman saya di UGM. Dia dulu belajar teknik
nuklir,” kata Ganjar.
Artikel ini telah tayang di
Kompas.com dengan judul "Sururi Edarkan Perpustakaan Keliling Menggunakan Kuda",
https://nasional.kompas.com/read/2015/05/29/22541091/Sururi.Edarkan.Perpustakaan.Keliling.Menggunakan.Kuda.
Penulis : Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
BANYUMAS, KOMPAS.com –
Ridwan Sururi, seorang pria paruh baya itu seolah tak pernah lelah
mengedarkan buku yang dipunyainya. Tak kurang dari 100 judul buku
miliknya dengan beragam judul, ditawarkan pada masyarakat di sekitar
Purwokerto, Kabupaten Banyumas, untuk dibaca secara cuma-cuma.
Agar warga bersimpatik, Sururi, begitu dia disapa, mengedarkan buku
dengan cara unik. Ia menawarkan kepada masyarakat, maupun pengendara
jalan dengan bantuan seekor kuda. Ia menyebut kegiatan itu sebagai
“Perpustakaan Kuda Keliling.”
Kuda miliknya dibebani dua buah beban di kanan-kiri yang terisi puluhan
buku. Kuda itu berjalan, dituntun sang empunya, sembari menawarkan
secara santun pada warga. Sesekali untuk menghemat tenaga, ia
menggunakan dua ekor kuda, satu kuda dikendarainya.
“Sulitnya itu kalau musim hujan. Kalau diedarkan, buku takut jadi basah,
kudanya juga bisa masuk angin,” kata Sururi, Jumat (29/5/2015).
Dia mengakui, ide "Perpustakaan Kuda Keliling" berawal dari sebuah hobi
memelihara kuda. Setelah bertemu dengan kawannya, bernama Nirwan A
Asuka, hobi itu diubah agar bisa lebih bermanfaat. Sururi yang akhirnya
selain memelihara kuda, juga menyelipkan usaha meningkatkan minat baca
warga.
Sururi mengatakan, melalui bantuan temannya itu, dia akhirnya menawarkan
buku secara keliling. Buku yang dibaca warga tidak dipungut biaya. Ia
ingin agar warga daya baca bukunya meningkat.
“Alhamdulillah, masih bisa berjalan sampai sekarang. Saya edarkan tiap
hari Selasa, Rabu dan Kamis. Kalau jauh biasanya menggunakan dua kuda,
kalau dekat cuma satu, jalannya dituntun,” paparnya.
Niatan baik itu, ternyata terdengar hingga Semarang, Jawa Tengah.
Gubenur Jateng Ganjar Pranowo saat berada di Banyumas menyambangi
Perpustakaan Kuda Keliling Sururi. Ia kemudian ikut membantu dua dus
buku, setelah sebelumnya melihat koleksi buku yang ada.
“Kalau Nirwan A Asuka itu teman saya di UGM. Dia dulu belajar teknik
nuklir,” kata Ganjar.
Orang nomor satu di Jawa Tengah itu pun menyemangati Sururi untuk terus
menjalankan niat baik itu. “Ini ada upaya meningkatkan minat baca unik
dengan kuda. Kami dukung, kami bangga,” ujar Ganjar.
Artikel ini telah tayang di
Kompas.com dengan judul "Sururi Edarkan Perpustakaan Keliling Menggunakan Kuda",
https://nasional.kompas.com/read/2015/05/29/22541091/Sururi.Edarkan.Perpustakaan.Keliling.Menggunakan.Kuda.
Penulis : Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
BANYUMAS, KOMPAS.com –
Ridwan Sururi, seorang pria paruh baya itu seolah tak pernah lelah
mengedarkan buku yang dipunyainya. Tak kurang dari 100 judul buku
miliknya dengan beragam judul, ditawarkan pada masyarakat di sekitar
Purwokerto, Kabupaten Banyumas, untuk dibaca secara cuma-cuma.
Agar warga bersimpatik, Sururi, begitu dia disapa, mengedarkan buku
dengan cara unik. Ia menawarkan kepada masyarakat, maupun pengendara
jalan dengan bantuan seekor kuda. Ia menyebut kegiatan itu sebagai
“Perpustakaan Kuda Keliling.”
Kuda miliknya dibebani dua buah beban di kanan-kiri yang terisi puluhan
buku. Kuda itu berjalan, dituntun sang empunya, sembari menawarkan
secara santun pada warga. Sesekali untuk menghemat tenaga, ia
menggunakan dua ekor kuda, satu kuda dikendarainya.
“Sulitnya itu kalau musim hujan. Kalau diedarkan, buku takut jadi basah,
kudanya juga bisa masuk angin,” kata Sururi, Jumat (29/5/2015).
Dia mengakui, ide "Perpustakaan Kuda Keliling" berawal dari sebuah hobi
memelihara kuda. Setelah bertemu dengan kawannya, bernama Nirwan A
Asuka, hobi itu diubah agar bisa lebih bermanfaat. Sururi yang akhirnya
selain memelihara kuda, juga menyelipkan usaha meningkatkan minat baca
warga.
Sururi mengatakan, melalui bantuan temannya itu, dia akhirnya menawarkan
buku secara keliling. Buku yang dibaca warga tidak dipungut biaya. Ia
ingin agar warga daya baca bukunya meningkat.
“Alhamdulillah, masih bisa berjalan sampai sekarang. Saya edarkan tiap
hari Selasa, Rabu dan Kamis. Kalau jauh biasanya menggunakan dua kuda,
kalau dekat cuma satu, jalannya dituntun,” paparnya.
Niatan baik itu, ternyata terdengar hingga Semarang, Jawa Tengah.
Gubenur Jateng Ganjar Pranowo saat berada di Banyumas menyambangi
Perpustakaan Kuda Keliling Sururi. Ia kemudian ikut membantu dua dus
buku, setelah sebelumnya melihat koleksi buku yang ada.
“Kalau Nirwan A Asuka itu teman saya di UGM. Dia dulu belajar teknik
nuklir,” kata Ganjar.
Orang nomor satu di Jawa Tengah itu pun menyemangati Sururi untuk terus
menjalankan niat baik itu. “Ini ada upaya meningkatkan minat baca unik
dengan kuda. Kami dukung, kami bangga,” ujar Ganjar.
Artikel ini telah tayang di
Kompas.com dengan judul "Sururi Edarkan Perpustakaan Keliling Menggunakan Kuda",
https://nasional.kompas.com/read/2015/05/29/22541091/Sururi.Edarkan.Perpustakaan.Keliling.Menggunakan.Kuda.
Penulis : Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
BANYUMAS, KOMPAS.com –
Ridwan Sururi, seorang pria paruh baya itu seolah tak pernah lelah
mengedarkan buku yang dipunyainya. Tak kurang dari 100 judul buku
miliknya dengan beragam judul, ditawarkan pada masyarakat di sekitar
Purwokerto, Kabupaten Banyumas, untuk dibaca secara cuma-cuma.
Agar warga bersimpatik, Sururi, begitu dia disapa, mengedarkan buku
dengan cara unik. Ia menawarkan kepada masyarakat, maupun pengendara
jalan dengan bantuan seekor kuda. Ia menyebut kegiatan itu sebagai
“Perpustakaan Kuda Keliling.”
Kuda miliknya dibebani dua buah beban di kanan-kiri yang terisi puluhan
buku. Kuda itu berjalan, dituntun sang empunya, sembari menawarkan
secara santun pada warga. Sesekali untuk menghemat tenaga, ia
menggunakan dua ekor kuda, satu kuda dikendarainya.
“Sulitnya itu kalau musim hujan. Kalau diedarkan, buku takut jadi basah,
kudanya juga bisa masuk angin,” kata Sururi, Jumat (29/5/2015).
Artikel ini telah tayang di
Kompas.com dengan judul "Sururi Edarkan Perpustakaan Keliling Menggunakan Kuda",
https://nasional.kompas.com/read/2015/05/29/22541091/Sururi.Edarkan.Perpustakaan.Keliling.Menggunakan.Kuda.
Penulis : Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
BANYUMAS, KOMPAS.com –
Ridwan Sururi, seorang pria paruh baya itu seolah tak pernah lelah
mengedarkan buku yang dipunyainya. Tak kurang dari 100 judul buku
miliknya dengan beragam judul, ditawarkan pada masyarakat di sekitar
Purwokerto, Kabupaten Banyumas, untuk dibaca secara cuma-cuma.
Agar warga bersimpatik, Sururi, begitu dia disapa, mengedarkan buku
dengan cara unik. Ia menawarkan kepada masyarakat, maupun pengendara
jalan dengan bantuan seekor kuda. Ia menyebut kegiatan itu sebagai
“Perpustakaan Kuda Keliling.”
Kuda miliknya dibebani dua buah beban di kanan-kiri yang terisi puluhan
buku. Kuda itu berjalan, dituntun sang empunya, sembari menawarkan
secara santun pada warga. Sesekali untuk menghemat tenaga, ia
menggunakan dua ekor kuda, satu kuda dikendarainya.
“Sulitnya itu kalau musim hujan. Kalau diedarkan, buku takut jadi basah,
kudanya juga bisa masuk angin,” kata Sururi, Jumat (29/5/2015).
Artikel ini telah tayang di
Kompas.com dengan judul "Sururi Edarkan Perpustakaan Keliling Menggunakan Kuda",
https://nasional.kompas.com/read/2015/05/29/22541091/Sururi.Edarkan.Perpustakaan.Keliling.Menggunakan.Kuda.
Penulis : Kontributor Semarang, Nazar Nurdin
Pada pertemuan pertama kalian telah mengetahui unsur-unsur teks berita. Untuk lebih jelasnya, bacalah teks berikut.
Sururi Edarkan Perpustakaan Keliling Menggunakan Kuda
Ridwan Sururi, seorang pria paruh baya, seolah tak pernah lelah mengedarkan buku yang dikoleksinya. Tak kurang dari seratus judul buku miliknya dengan beragam judul, ditawarkan pada masyarakat di sekitar Kabupaten Banyumas, untuk dibaca secara cuma-cuma. Agar warga bersimpatik, Sururi, begitu dia disapa, mengedarkan buku dengan cara unik. Ia menawarkan buku kepada masyarakat, khususnya anak sekolah, dengan bantuan seekor kuda. Ia menyebut kegiatan itu sebagai "kuda pustaka". Kuda miliknya dibebani dua buah keranjang di kanan-kiri yang terisi puluhan buku. Kuda itu berjalan, dituntun sang empunya, sembari menawarkan secara santun pada warga. Sesekali untuk menghemat tenaga, ia menggunakan dua ekor kuda, satu kuda dikendarainya (29/5/2016).
"Sulitnya itu kalau musim hujan. Kalau diedarkan, buku takut jadi basah, kudanya juga bisa masuk angin," kata Sururi.
Dia mengakui, ide "kuda pustaka" berawal dari sebuah hobi memelihara kuda. Setelah bertemu dengan kawannya, bernama Nirwan, hobi itu diubah agar bisa lebih bermanfaat. Sururi akhirnya selain memelihara kuda, juga menyelipkan usaha meningkatkan minat baca warga.
Sururi mengatakan, melalui bantuan temannya itu, dia akhirnya menawarkan buku secara keliling. Buku yang dibaca warga tidak dipungut biaya. Ia ingin agar daya baca warga meningkat.
"Alhamdulilah, masih bisa berjalan sampai sekarang. Saya edarkan tiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis. Kalau jauh biasanya menggunakan dua kuda, kalau dekat cuma satu, jalannya dituntun," paparnya.
Niatan baik itu ternyata terdengar hingga Semarang, Jawa Tengah. Gubernur Jateng saat berada di Banyumas menyambangi kuda pustaka Keliling Sururi. Ia kemudian ikut membantu dua dus buku, setelah sebelumnya melihat koleksi buku yang ada.
"Kalau Nirwana itu teman saya di UGM. Dia dulu belajar teknik nuklir," kata Ganjar.
Orang nomor satu di Jawa Tengah itu pun menyemangati Sururi untuk terus menjalankan niat baik itu. "Ini ada upaya meningkatkan minat baca unik dengan kuda. Kami dukung, kami bangga," ujar Ganjar.
Sumber :news.detik.com
Berdasarkan teks berita di atas, berikut analisis unsur-unsur beritanya.
| No | Unsur Berita
| Bukti |
| 1 | Apa yang diberitakan?
| Perpustakaan keliling dengan kuda
|
| 2 | Siapa yang diberitakan?
| Sururi |
| 3 | Di mana peristiwanya?
| Kabupaten Banyumas
|
| 4 | Kapan peristiwa itu terjadi?
| 29 Mei 2016
|
| 5 | Mengapa peristiwa itu terjadi?
| Untuk meningkatkan minat baca warga
|
| 6 | Bagaimana kejadiannya?
| Mengedarkan buku perpustakaan keliling dengan menggunakan kuda
|
Komentar
Posting Komentar